India dan Kanada telah membentuk rencana kerja bersama untuk kerja sama dalam masalah keamanan nasional dan penegakan hukum dan akan menunjuk petugas penghubung keamanan dan penegakan hukum untuk mengatasi masalah yang menjadi perhatian bersama, termasuk perdagangan narkoba dan jaringan kriminal transnasional.
Langkah-langkah tersebut, yang disepakati pada pertemuan antara Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval dan mitranya dari Kanada Nathalie Drouin di Ottawa pada hari Sabtu, adalah bagian dari upaya kedua belah pihak untuk menormalisasi hubungan setelah pertikaian diplomatik atas pembunuhan seorang separatis Khalistani pada tahun 2023
Kunjungan Doval adalah bagian dari dialog keamanan bilateral rutin antara kedua belah pihak, menurut pembacaan Kementerian Luar Negeri.
Selain mengakui kemajuan dalam inisiatif “yang bertujuan mendukung keselamatan dan keamanan negara dan warga negara mereka”, kedua pihak “menyetujui rencana kerja bersama untuk memandu kerja sama reciprocal mengenai masalah keamanan nasional dan penegakan hukum”.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk “memungkinkan kolaborasi praktis pada prioritas masing-masing” dan menunjuk petugas penghubung keamanan dan penegakan hukum. Mereka selanjutnya sepakat bahwa lembaga masing-masing akan membangun hubungan kerja, kata pembacaan tersebut.
“Langkah penting ini akan membantu menyederhanakan komunikasi reciprocal dan memungkinkan pertukaran informasi secara tepat waktu mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama bagi Kanada dan India, seperti aliran obat-obatan terlarang, khususnya prekursor fentanil, dan jaringan kriminal terorganisir transnasional,” tambah pembacaan tersebut.
India dan Kanada juga sepakat untuk meresmikan kerja sama dalam kebijakan keamanan siber dan pertukaran informasi mengenai masalah keamanan siber, dan melanjutkan diskusi mengenai kerja sama terkait penipuan dan penegakan hukum imigrasi, sesuai dengan hukum dalam negeri dan kewajiban internasional.
Doval juga bertemu dengan Menteri Keamanan Publik Kanada Gary Anandasangaree pada hari Sabtu.
Hubungan India-Kanada memburuk setelah mantan perdana menteri Justin Trudeau menuduh pada bulan September 2023 bahwa agen-agen pemerintah India terkait dengan pembunuhan separatis Khalistani Hardeep Singh Nijjar pada awal tahun itu– sebuah tuduhan yang dibantah oleh New Delhi sebagai “tidak masuk akal”.
Ketika hubungan keduanya merosot ke titik terendah dalam beberapa dekade, kedua belah pihak saling mengusir diplomat dan saling bertukar tuduhan atas aktivitas elemen Khalistani dan geng kriminal di Kanada. Kedua belah pihak mulai membangun kembali hubungan keamanan pada akhir tahun 2024, termasuk kontak diam-diam antara badan intelijen dan penegak hukum. Setelah terpilihnya Mark Carney sebagai PM Kanada, kedua belah pihak mengambil serangkaian langkah untuk membangun kembali hubungan reciprocal, termasuk keterlibatan antar badan keamanan.












