Presiden Prabowo saat menghadiri acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, pada Sabtu (7/2). Foto: Dokumentasi Biro Pers Istana

jpnn.comJAKARTA – Tokoh Islam Tionghoa Jusuf Hamka memuji tekad Presiden Prabowo Subianto yang ingin ada persatuan antara pemerintah atau Umara dengan ulama atau orang berilmu.

Jusuf menyebut, dengan menyatukan umara dan ulama, Prabowo ingin menghapus kesenjangan kemakmuran di masyarakat.

Jadi, dia ingin negara ini tidak ada lagi kesenjangan, kata Jusuf Hamka di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Pengusaha muslim dari Jakarta ini mengatakan, persatuan umara dan ulama diharapkan bisa mewujudkan pemerataan kemakmuran di seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Prabowo memiliki tekad untuk memberikan kesempatan pada semua golongan masyarakat untuk mendapatkan keleluasaan ekonomi.

Jusuf Hamka yang karib disapa Babah Alun ini mencontohkan kebijakan Presiden Prabowo yang menjadi perwujudan pemerataan yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dirasakan puluhan juta siswa di seluruh Indonesia.

Menurut Babah Alun, Prabowo tidak ingin perputaran ekonomi di Indonesia hanya dikuasai segelintir orang saja.

“Jadi, beliau bilang ‘saat ini mendingan uangnya saya kasih ke MBG. Ini anak-anak kita yang akan menjadi generasi penerus. Saya kasih ke koperasi supaya di desa-desa UMKM bergerak dan ekonomi akan bangkit’,” tegasnya.

Tokoh Islam Tionghoa Jusuf Hamka memuji tekad Presiden Prabowo Subianto yang ingin ada persatuan antara pemerintah atau Umara dengan ulama atau orang berilmu.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita

Tautan Sumber