Minggu, 8 Februari 2026 – 09: 00 WIB
VIVA — Menteri Pemuda dan Olahraga RI sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melontarkan pujian tinggi kepada Timnas Futsal Indonesia meski harus mengakhiri kiprah sebagai jogger up AFC Futsal 2026
Baca Juga:
Sejarah Tercipta Meski Tanpa Trofi, Ketum PSSI Erick Thohir Apresiasi Mental Baja Timnas Futsal Indonesia
Indonesia gagal meraih gelar juara setelah takluk dari Iran lewat adu penalti 4 – 5, usai bermain imbang 5 – 5 hingga perpanjangan waktu pada partai last yang digelar di Indonesia Sector, Jakarta, Sabtu (7/2
Erick menilai perjuangan para pemain patut diapresiasi karena mampu tampil kompetitif melawan tim elite Asia.
Baca Juga:
Pengakuan Jujur Pelatih Hector Souto Usai Indonesia Gagal Juara, Tetap Bangga dan Sebut Dunia Dukung Garuda
“Ya sangat baik. Kita bisa lihat saat lawan Jepang sempat 3 – 3 lalu menang 5 – 3 Hari ini juga luar biasa, 3 – 1, lalu 3 – 3, 4 – 3, 4 – 4, 5 – 4, 5 – 5 Di adu penalti bahkan sempat unggul,” kata Erick Thohir usai laga.
Menurut Erick, pencapaian tersebut tidak lepas dari kinerja pelatih, pemain, serta tata kelola futsal yang profesional. Ia pun mendorong cabang olahraga lain di Indonesia untuk meniru version manajemen yang diterapkan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Baca Juga:
Ahmad Habiebie Dinobatkan Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026, Benteng Terakhir Indonesia di Laga Final Dramatis
“Ini luar biasa. Pelatih, pemain, dan manajemen futsal bisa mendorong prestasi sejauh ini. Profesionalisme harus menjadi contoh bagi organisasi olahraga lainnya,” ujarnya.
Pada laga last, Iran yang dikenal sebagai raja futsal Asia lebih dulu membuka keunggulan lewat Hosein Tayebi pada menit keempat. Indonesia langsung merespons tiga menit berselang melalui Reza Gunawan yang memanfaatkan bola rebound.
Energy berpihak ke Indonesia. Lemparan jauh kiper Ahmad Habiebie diselesaikan dengan brilian oleh Israr Megantara untuk membalikkan keadaan menjadi 2 – 1 Israr kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat gol keduanya pada menit kesembilan, membuat Indonesia unggul 3 – 1
Iran sempat mencetak gol pada menit ke- 15, namun dianulir wasit setelah tinjauan VAR menunjukkan bola lebih dulu keluar lapangan. Tak lama kemudian, Iran mendapat penalti dari titik kedua, namun eksekusi Salar Aghapour berhasil digagalkan Habiebie.
Menjelang turun minum, Iran memperkecil ketertinggalan lewat gol Mehdi Karimi, membuat skor berubah menjadi 3 – 2 Pada babak kedua, Iran tampil agresif dan akhirnya memaksakan laga berakhir imbang hingga adu penalti.
Halaman Selanjutnya
Meski gagal meraih trofi, Timnas Futsal Indonesia tetap mencatat sejarah dengan pencapaian terbaik sepanjang keikutsertaan di AFC Futsal.










