Menteri Persatuan Piyush Goyal pada hari Kamis mengatakan diskusi antara India dan Amerika Serikat sedang berlangsung mengenai kesepakatan perdagangan. Ia mengatakan tahap pertama perjanjian perdagangan bilateral kedua negara hampir siap.
“Diskusi yang sangat berarti sedang berlangsung antara India dan Amerika Serikat. Kedua pemimpin kami telah mengambil keputusan. Tahap pertama dari perjanjian perdagangan reciprocal kami hampir siap. Kami berharap dalam empat hingga lima hari ke depan kami akan menyelesaikan dan menandatangani pernyataan bersama antara Amerika Serikat dan India,” kata Goyal.
“Perjanjian formalnya juga sedang disusun dan mungkin memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan untuk menyelesaikannya. Diharapkan bisa ditandatangani pada pertengahan Maret,” ujarnya,
Dia menambahkan, pengurangan tarif sebesar 18 % akan dilaksanakan setelah pernyataan bersama diumumkan melalui perintah eksekutif yang disahkan oleh Amerika Serikat.
Goyal menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Kamis pada upacara penandatanganan Kerangka Acuan (ToR) Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara India dan Dewan Kerjasama Teluk.
Baca Juga|Kesepakatan perdagangan AS sepenuhnya melindungi sektor pertanian dan susu, kata Goyal kepada Parlemen
Lebih lanjut tentang pernyataan Piyush Goyal
Menggarisbawahi skala keterlibatan India dengan Washington, DC, Goyal berkata, “Pesanan kami untuk pesawat terbang, mesin, dll dari AS saja sudah mencapai USD 100 miliar.”
Memberikan kejelasan teknis mengenai proses tersebut, Menteri Perdagangan Rajesh Agrawal menjelaskan perbedaan rezim tarif antara kedua negara.
“Tarif mereka (AS) adalah tarif eksekutif. Tarif kami adalah tarif MFN. Jadi penurunan tarif MFN (kami) hanya bisa terjadi setelah perjanjian sah ditandatangani. Itu hanya terjadi setelah perjanjian sah ditandatangani,” kata Agrawal.
Sebelumnya pada hari Rabu, Goyal menggambarkan India dan Amerika Serikat sebagai negara yang saling melengkapi dan mengatakan kesepakatan perdagangan akan saling menguntungkan.
Negosiasi perjanjian perdagangan bilateral (BTA) telah berlangsung sejak kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke AS pada Februari 2025 Perundingan tersebut diumumkan secara resmi setelah panggilan telepon pada 2 Februari antara Modi dan Presiden AS Donald Trump.







