Menurut kantor pusat, orang-orang yang dituduh melakukan kegiatan kriminal selama bertahun-tahun 2018 hingga 2023, sebagai pimpinan perusahaan-perusahaan yang dikendalikannya. Mereka menyesatkan pemasok yang dirugikan dengan mengklaim bahwa barang elektronik yang disita ditujukan untuk karyawan dari kelompok yang dikendalikan oleh sebuah perusahaan bisnis.
„Namun berdasarkan kesimpulan kami, mereka tidak menyerahkan barang dimaksud kepada kelompok badan usaha tersebutdan sebaliknya, mereka menjualnya di bawah harga pembeliannya kepada entitas lain, namun tidak membayar kewajibannya kepada pemasok yang dirugikan,” jelas Ibehej.
Selain ponsel, jam tangan, dan laptop, menurut pakar kriminal, penipuan tersebut juga melibatkan headphone dan tablet. Sebagai bagian dari proses pidana, kantor pusat mengamankan properti senilai sekitar 82 juta mahkota.
Ketiga terdakwa diadili secara luas dan menghadapi hukuman sepuluh tahun penjara jika terbukti bersalah. Kasus dengan judul MAMMOTH diawasi oleh Kantor Kejaksaan Tinggi di Praha, tambah juru bicara tersebut.
Nama yang sama dengan kasus ini juga menyandang nama toko elektronik yang bangkrut, yang kebangkrutannya merupakan salah satu kasus kebangkrutan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Menurut permohonan pemberi pinjaman, ini adalah lebih dari 100.000 ponsel Apple dan ratusan ribu aksesoriyang akan dikirim dari e-shop ke perusahaan lain dari grup Unicorn. Nilai klaim kebangkrutan melebihi tujuh miliar kroon. Kreditor terdaftar terbesar adalah T-Mobile dan J&T.














