Kamis, 5 Februari 2026 – 17:07 WIB

Jakarta – Action Humanity menyalurkan bantuan pangan ke Aceh Tamiang melalui 3 program utama, yakni distribusi pangan, mushola darurat, dan trauma healing.

Baca Juga:

IHSG Ditutup Anjlok Imbas Harga Emas Turun tapi 3 Saham Unggulan Ini Tetap Perkasa

Direktur utama Action Humanity, Muhammad Arief Saufi mengatakan, program tersebut difokuskan ke beberapa titik daerah pedalaman Aceh Tamiang, yang secara data juga termasuk daerah yang terdampak sangat parah, yaitu Desa Sunting, Tanjung Gelumpang, Babo, dan Desa Bandar Pusaka dusun Blank Kandis.

“Langkah ini sesuai dengan visi dari lembaga kami, bahwa Membantu Manusia dan makhluk hidup di dunia untuk bertahan dan keluar dari krisis, terlebih lagi untuk membantu saudara-saudara kita sebangsa dan tanah air yang sedang menghadapi bencana besar ini,” kata Saufi dalam keterangannya, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca Juga:

Teknologi Digital Jadi Kunci Integrasi 57 Juta UMKM ke Ekosistem Perdagangan Digital

Pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang

Dia mengatakan, bantuan bertajuk “Warga Bantu Warga” itu berhasil dikumpulkan dari belahan dunia dan hampir mencapai kurang lebih Rp 850 juta. Dana yang dikumpulkan kemudian didistribusikan dalam bentuk bantuan seberat 30 ton.

Baca Juga:

Diisukan Tinggalkan Al Nassr, Cristiano Ronaldo Tiba-tiba Didekati Raksasa Argentina

Antara lain terdiri dari makanan pokok, air bersih, teh, susu, berbagai macam makanan ringan, dan beberapa genset yang berasal dari urunan mitra donatur di Tanah Air maupun di berbagai belahan dunia.

Selain distribusi pangan, Action humanity juga melakukan distribusi genset yang sangat diperlukan bagi warga. Karena listrik di daerah tersebut dalam beberapa minggu terakhir masih padam, sehingga genset diperlukan untuk menerangi warga Aceh tamiang.

Kemudian ada pula pembelian starlink karena akses jaringan telekomunikasi yang masih sulit, guna membantu para warga setempat dalam berkomunikasi terutama guru-guru dalam keperluan administrasi.

“Kondisi di Aceh Tamiang masih sangat mencekam, sudah 3 pekan warga hidup dalam kondisi gelap gulita, tidak ada air bersih, stok pangan terbatas, Aceh Tamiang masih butuh bantuan dari kita semua,” kata Saufi.

“Ini merupakan bentuk solidaritas seluruh mitra, dan donatur di seluruh penjuru dunia untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita di provinsi terdampak bencana,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim dari Action Humanity juga ikut turun langsung ke lapangan untuk mendirikan dapur darurat yang akan memasak 5.000 porsi setiap harinya. Aksi ini juga dibantu oleh beberapa relawan lokal dan juga tentara.

Halaman Selanjutnya

Selain bantuan logistik dan pangan, Action Humanity juga mendirikan mushola darurat di lokasi pengungsian warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. Mushola darurat tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan ibadah warga dan relawan di tengah kondisi darurat.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber