Rabu, 4 Februari 2026 – 23:04 WIB
Jakarta – WhizHack Technologies secara resmi mengumumkan operasi bisnisnya di Indonesia. Hal ini menandai perkenalan resminya ke pasar lokal dengan komitmen untuk berkolaborasi erat dengan para pemimpin, mitra, dan lembaga lokal sehingga dapat memperkuat keamanan siber.
Baca Juga:
Serangan Siber Kian Nyata, Pebisnis Jangan Lengah
“Kami tidak ingin masuk ke Indonesia cuma memberikan pengumuman atau logo. Tapi ingin memulai perjalanan dengan sebuah pertukaran ide tentang pengamanan ekosistem yang lengkap bersama para pemimpin yang berkaitan dengan risiko ketahanan siber setiap hari,” kata Salah Satu Pendiri dan Direktur Pelaksana WhizHack Technologies, Abhijit Das, di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Menurutnya, seiring banyak perusahaan mengadopsi manufaktur cerdas, infrastruktur terhubung, dan operasi berbasis data, pemisahan tradisional antara keamanan IT dan OT telah menjadi risiko serius.
Baca Juga:
Cuma Andalkan ‘Technology-centric’ Jangan Harap Lolos dari Serangan Siber
Untuk itu, WhizHack memperkenalkan Platform Keamanan Cyber Terintegrasi ZeroHack XDR Suiteyang dibangun untuk membantu organisasi beralih dari alat yang terfragmentasi menuju strategi keamanan terpadu yang membantu mengamankan pemerintah, sistem perusahaan, dan operasi industri.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pembelajaran berbasis jangkauan cyberdi mana tim IT dapat mempraktikkan keterampilan ofensif dan defensif dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.
Baca Juga:
Eks Menlu Hassan: Sumbangan Board of Peace itu Untuk Bantu Rakyat Palestina
“Teknologi sangat penting, tetapi manusia adalah tulang punggung sejati dari ketahanan siber. Ketika tim dilatih, diuji, dan diberdayakan maka perusahaan merespons lebih cepat dengan biaya terendah,” jelasnya.
Jurus BSSN Tangkal Serangan Siber demi Keamanan Negara
Menyambut Tahun 2025, Badan Siber dan Sandi Negara Negara (BSSN) semakin mewaspadi berbagai bentuk ancaman untuk menjaga keamanan dan ketahanan negara. Saat ini, BSSN sud
VIVA.co.id
31 Desember 2024









