Rabu, 4 Februari 2026 – 19:34 WIB

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah tahu kantor pajak dan bea-cukai dalam lembaga yang ia pimpin bermasalah.

Baca Juga:

KPK Tangkap Mulyono dalam OTT KPP Pajak di Banjarmasin

Hal tersebut diungkapkan Purbaya dalam merespons Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang dilakukan di kantor pajak, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan kantor bea cukai, Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menambahkan bahwa dirinya tak ambil pusing meski KPK melakukan OTT di wilayah kementeriannya. Purbaya menegaskan bahwa hal itu justru bisa memperbaiki kinerja sektor pajak dan bea cukai.

Baca Juga:

Pejabatnya Kena OTT KPK, Purbaya: Momen Benahi Instansi Pajak dan Bea Cukai

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

“Kenapa terpukul? Kan itu justru merupakan titik masuk untuk memperbaiki pajak dan bea cukai sekaligus. Kemarin kan bea cukai sudah saya obrak-abrik,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca Juga:

Pubbya Cubbree tentang OTT KPK ke Pajak dan Bea Cukai

Mantan bos LPS itu mengaku sudah menargetkan divisi pajak dan bea cukai untuk dibenahi. Purbaya juga sudah menilai ada sesuatu yang aneh di dalam kedua divisi tersebut

“Kan udah terdeteksi emang sebelum-sebelumnya. Memang ada sesuatu yang aneh disitu,” ujar Purbaya.

Di sisi lain, Purnaya akan memberikan pendampingan hukum terhadap anak buahnya yang ditangkap KPK. Namun, ia berjanji lembaganya tak akan mencampuri atau melakukan intervensi jalannya proses hukum.

“Tapi gini saya tidak akan melepaskan anak buah saya sendirian begitu aja, kan ada pendampingan hukum dari Departemen Keuangan. Tapi tidak dalam bentuk intervensi hukum,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihak yang berwenang wajib menindak secara tegas anak buahnya sesuai peraturan perundang-undangan, jika terbukti melanggar hukum.

“Ya biar aja kita lihat apa hasilnya OTT itu. Kalau emang orang Pajak dan Bea Cukai ada yang masalah, ya ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan undang-undang yang ada,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026. Ternyata, operasi senyap tersebut dilakukan di Kantor Bea Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto

“Jadi, hari ini ada dua OTT. Satu, Banjarmasin. Kedua, Bea Cukai Jakarta,” ucap Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi Rabu, 4 Februari 2026.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, Fitroh menegaskan, dua OTT yang digelar KPK pada Rabu, 4 Februari 2026 bukan satu rangkaian perkara yang sama.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber