Rabu, 4 Februari 2026 – 17:35 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran dunia akan potensi perang modal, Ray Dalio memperingatkan potensi perang modal. Sehubungan dengan itu, investor legendaris ini menyebut emas menjadi tempat terbaik untuk menyimpan kekayaan.

Baca Juga:

Harga Emas Hari Ini 4 Februari 2026: Produk Antam Meroket, Global Makin Kinclong

Dalio menyampaikan, saat ini uang dimanfaatkan sebagai alat tekanan politik dan ekonomi. Mulai dari embargo perdagangan, pembatasan akses ke pasar keuangan, hingga pemanfaatan kepemilikan utang untuk menekan negara lain.

Pendiri Bridgewater Associates ini tidak memungkiri harga emas sempat tertekan akibat aksi jual besar-besaran. Namun, pergerakan harga emas jangka pendek ini tidak mengubah pandangan investor terhadap peran logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Baca Juga:

Ray Dalio Peringatkan Dunia di Ambang Perang, Uang Jadi Senjata Mematikan

Dalio memaparkan kinerja emas solid dengan membukukan lonjakan 65 persen secara tahun ke tahun (yoy). Kemudian turun 16 persen dari rekor tertingginya dan saat ini bangkit ke kisara US$5.000 per ons troy.

Baca Juga:

Agak Laen! Warga Pamekasan Ramai-ramai Dulang Emas di Selokan

“Kesalahan yang sering terjadi adalah orang hanya bertanya, apakah harganya akan naik atau turun, dan apakah ini saat yang tepat untuk membeli,” ujar Dalio dikutip dari CNBC Internasional pada Rabu, 4 Februari 2026.

Alih-alih fokus pada timing pasar, Dalio mendorong investor besar seperti bank sentral, pemerintah, dan sovereign wealth fund untuk menempatkan emas sebagai bagian tetap dalam portofolio. Ia menengaskan emas adalah diversifikasi portofolio terbaik di tengah kemungkinan perang modal di global.

“Itu (emas) adalah diversifikasi yang sangat efektif untuk bagian portofolio lain yang kurang menguntungkan,” imbuh Dalio.

Menurut Dalio, kekuatan utama emas terletak pada kemampuannya menjaga nilai saat kondisi ekonomi global memburuk. Dalam situasi krisis, emas cenderung menunjukkan kinerja yang berbeda dibandingkan aset berisiko lainnya.

“Karena emas adalah diversifikator, ketika masa-masa sulit datang, emas bekerja dengan sangat baik secara unik. Ketika kondisi ekonomi sedang makmur, kinerjanya mungkin tidak sekuat aset lain, tetapi tetap efektif sebagai penyeimbang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pesan terpenting bagi investor saat ini bukanlah memilih satu aset unggulan, melainkan membangun portofolio yang tahan terhadap berbagai skenario risiko global.

“Saya kira hal yang paling penting adalah memiliki portofolio yang terdiversifikasi dengan baik,” pungkas Dalio.

Harga Emas.

Harga Emas dan Perak Naik Turun, Analis Beberkan Alasannya

Harga emas dan perak melonjak lalu anjlok tajam, dipicu faktor politik AS, dolar melemah, dan aksi ambil untung, analis nilai tren jangka panjang masih kuat.

img_title

VIVA.co.id

4 Februari 2026

Tautan Sumber