Rabu, 04 Februari 2026 – 16:20 WIB
Saat Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan membacakan puisi Reno. Foto: source for JPNN.
jpnn.com – PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Hery Heryawan tak kuasa menahan air mata ketika membacakan puisi mengenang Reno K9, anjing pelacak Polri yang gugur dalam tugas kemanusiaan.
Suasana haru menyelimuti Lantai 5 Mapolda Riau, Rabu (4/2), saat Irjen Herry membacakan puisi.
Di hadapan jajaran kepolisian, aktivis lingkungan, serta para pencinta satwa, suara sang jenderal sempat bergetar ketika menyebut nama Reno satwa pertama dalam sejarah Indonesia yang menerima penghargaan resmi dari Kapolri berupa Medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan diserahkan langsung oleh Kapolda Riau sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas dedikasi Reno dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana di Sumatera Barat.
Dalam puisinya, Irjen Herry menggambarkan Reno bukan sebagai alat atau pelengkap tugas.
Melainkan sebagai sosok penjaga kehidupan yang bekerja dalam sunyi, tanpa mengenal pangkat, pujian, maupun janji keselamatan.
“Dia gugur dalam keadaan paling jujur sedang menyelamatkan jiwa yang lain,” ujar Irjen Hery dengan suara tertahan, membuat suasana ruangan hening dan sejumlah hadirin tampak menyeka air mata.
Puisi tersebut menegaskan bahwa penghormatan kepada Reno bukanlah upaya “memanusiakan” seekor anjing, melainkan pengingat bahwa nilai kemanusiaan dapat lahir dari makhluk selain manusia.
Suasana haru menyelimuti Lantai 5 Mapolda Riau, saat Irjen Herry Heryawan membacakan puisi.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita












