Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. iliustrasi. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.comJAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan bahwa parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen tetap diperlukan. Menurut Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, PT tetap diperlukan dalam rangka konsolidasi demokrasi dan meningkatkan penguatan sistem presidensial.

Hasto mengatakan bahwa saat ini PDIP tengah melakukan kajian mendalam untuk merumuskan besaran angka yang ideal. “Berapa besarannya, PDI Perjuangan masih melakukan kajian,” kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin (2/2).

Hasto menyampaikan itu saat menjawab pertanyaan mengenai revisi UU Pemilu seusai memimpin rapat konsolidasi internal PDIP Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda, Senin (2/2).

Dalam kesempatan itu, Hasto Kristiyanto membedah berbagai persoalan bangsa sekaligus mempertegas komitmen ekologi partai melalui aksi simbolis penyerahan bibit pohon kepada jurnalis.

Hasto didampingi Sekretaris DPD PDIP Ananda Emira Moeis dan Bendahara DPD PDIP Kaltim Edy Damansyah. Hadir juga dua tokoh muda PDIP, yakni Elwin Setia Avietta dan Cintya Amanda Labetta.

Hasto juga menjawab pertanyaan media massa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diwarnai isu keracunan di lapangan.

Dia merekomendasikan adanya pengawasan ketat terhadap mitra penyedia dan distribusi makanan karena menggunakan dana rakyat yang besar.

Di tingkat daerah, Hasto menginstruksikan kader PDIP di legislatif untuk tetap kritis dan berani memperjuangkan kebenaran, termasuk mengawal kebijakan pendidikan gratis di Kaltim agar tepat sasaran.

PDIP menegaskan bahwa parliamentary threshold tetap diperlukan demi penguatan sistem presidensial.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita

Tautan Sumber