Senin, 2 Februari 2026 – 14: 26 WIB

Jakarta — Awal tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang bagi Xbox, divisi gaming milik Microsoft. Berdasarkan laporan keuangan terbaru Microsoft untuk kuartal kedua tahun fiskal 2026 (Oktober– Desember 2025, bisnis Xbox tercatat mengalami penurunan pendapatan secara tahunan (year-on-year), meskipun perusahaan induknya masih mencatat pertumbuhan secara keseluruhan.

Baca Juga:

Deretan Map Roblox Party yang Berhadiah Uang Digital, Dijamin Berhasil!

Kondisi ini menegaskan bahwa sektor gaming tidak sepenuhnya sejalan dengan performa kuat Microsoft di bidang lain seperti cloud computing dan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:

Deretan Game Baru Februari 2026 yang Wajib Kamu Coba, Ada yang Paling Ditunggu!

Pendapatan Xbox Turun 9 Persen

Dalam laporan tersebut, Microsoft mengungkap bahwa total pendapatan divisi Xbox turun sekitar 9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini mencakup hampir seluruh lini bisnis utama Xbox, mulai dari layanan digital hingga penjualan perangkat keras.

Baca Juga:

Gamers Wajib Update: Vehicle Driver Terbaru NVIDIA Tingkatkan Performa ARC Raiders: Headwinds

Situasi ini cukup kontras dengan tren sebelumnya, di mana Xbox sempat menunjukkan pertumbuhan stabil berkat ekspansi layanan digital dan strategi ekosistem lintas system.

Layanan Game dan Video game Pass Ikut Melemah

Segmen konten dan layanan Xbox, yang mencakup penjualan game electronic serta layanan berlangganan Xbox Video game Pass, tercatat mengalami penurunan sekitar 5 persen secara tahunan.

Padahal, Video game Pass selama beberapa tahun terakhir menjadi andalan utama Xbox dalam menarik pemain baru dan mempertahankan pengguna lama. Namun, di awal 2026, peningkatan harga langganan dan minimnya rilis video game besar di periode tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan pendapatan layanan.

Penjualan Konsol Anjlok Tajam

Penurunan paling signifikan terjadi pada sektor equipment Xbox. Pendapatan dari penjualan konsol dan aksesori dilaporkan turun hingga 32 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Angka ini menunjukkan bahwa penjualan Xbox Collection X dan Xbox Collection S mengalami perlambatan serius, seiring dengan menurunnya permintaan pasar dan semakin matangnya siklus generasi konsol saat ini. Banyak konsumen dinilai mulai menahan pembelian perangkat baru dan lebih fokus pada video game electronic atau platform lain.

Microsoft Tetap Tumbuh, Xbox Jadi Pengecualian

Menariknya, meskipun Xbox mengalami tekanan, Microsoft secara keseluruhan tetap mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 17 persen. Kinerja positif ini didorong oleh pertumbuhan besar di sektor Azure, cloud services, dan AI, yang kini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Dengan demikian, kerugian Xbox tidak berdampak signifikan terhadap stabilitas finansial Microsoft, namun tetap menjadi sorotan karena pc gaming merupakan salah satu lini bisnis strategis perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber