Jumat, 30 Januari 2026 – 08:30 WIB

Ilustrasi virus. Foto: Pixabay

jogja.jpnn.comYOGYAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa hingga saat ini virus Nipah belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia. Pernyataan ini disampaikan guna meredam kekhawatiran masyarakat terkait isu penyebaran virus tersebut di kancah global.

“Memang hari ini belum sampai Indonesia,” ujar Wamenkes Benyamin seusai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan bahwa meski virus ini menjadi perhatian serius, jumlah kasus global saat ini masih tergolong sangat terbatas.

Virus Nipah sendiri merupakan virus zoonotik yang ditularkan dari hewan ke manusia, dengan inang alami berupa kelelawar buah.

Sejak pertama kali diidentifikasi pada 1998, virus ini dikenal mematikan karena dapat menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak dan penyakit pernapasan akut.

Gejala awal biasanya meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan nyeri tenggorokan, yang dapat memburuk menjadi pusing hingga koma. Dampaknya sangat fatal, dengan tingkat kematian yang diperkirakan mencapai 40 persen hingga 75 persen.

Tahun ini, dilaporkan hanya terdapat dua kasus di India. Pemerintah India pun langsung mengambil langkah penanganan ketat melalui kebijakan lockdown di area terdampak untuk mencegah transmisi internasional.

Sedangkan Thailand sebagai negara transit utama juga telah meningkatkan kewaspadaan melalui proses skrining yang lebih ketat.

Wakil Menteri Kesehatan memastikan virus Nipah belum masuk ke Indonesia. Namun, pengawasan di bandara tetap diperketat.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google Berita

Tautan Sumber