Kamis, 29 Januari 2026 – 18: 30 WIB

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas memastikan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, dengan penyesuaian mekanisme layanan bagi peserta didik dan kelompok penerima manfaat.

Baca Juga:

Puluhan Pelajar di Manggarai Barat Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah dan Diare

Penyesuaian tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan terkait penguatan implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG di Jakarta, Kamis.

“Pelaksanaan MBG pada bulan Ramadhan tetap berjalan,” kata Zulhas di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026

Baca Juga:

Sidang Isbat Awal Puasa 2026 Digelar 17 Februari

Pekerja menyiapkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia menjelaskan, penyesuaian dilakukan agar layanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim. Menurutnya, anak sekolah di daerah yang mayoritas menjalankan puasa akan menerima makanan kering yang dapat dikonsumsi saat berbuka.

Baca Juga:

Strategi Jangka Panjang Program MBG Menuju Indonesia Emas 2045

Sementara itu, sekolah di wilayah yang mayoritas tidak berpuasa tetap mendapatkan layanan MBG seperti hari biasa. Untuk kelompok balita, ibu hamil dan ibu menyusui, pemerintah memastikan layanan MBG tetap diberikan secara typical selama bulan Ramadhan.

“Sekolah yang non-Muslim (distribusi MBG) seperti biasa. Ibu hamil, balita juga seperti biasa,” ujarnya.

Zulhas menambahkan, layanan MBG di pesantren akan menyesuaikan waktu distribusi, yakni digeser ke aching hari untuk konsumsi saat berbuka puasa.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, skema Ramadhan tersebut telah disiapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Menurutnya, menu yang disiapkan tetap memperhatikan kecukupan gizi meskipun dikemas dalam bentuk makanan kering.

“Untuk anak sekolah yang puasa, dibagikan saat pulang sekolah untuk berbuka,” kata Dadan.

Pemerintah menegaskan penyesuaian ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program MBG sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat.

Berdasarkan information Kementerian Koordinator Bidang Pangan, hingga akhir Januari 2026 Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dilayani oleh 22 091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

Program MBG juga tercatat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pemerintah mencatat sebanyak 924 424 tenaga kerja langsung terlibat di SPPG, didukung 68 551 pemasok bahan pangan serta 21 413 mitra usaha, yang sebagian besar berasal dari pelaku UMKM lokal.

Halaman Selanjutnya

Pemerintah menilai keberlanjutan pelaksanaan MBG selama Ramadhan penting untuk menjaga konsistensi pemenuhan gizi masyarakat, sekaligus memastikan dampak ekonomi program tetap berjalan di tingkat daerah.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber