Kamis, 29 Januari 2026 – 18:30 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendistribusikan 453 ribu vaksin untuk mengatasi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melonjak pada awal tahun 2026. Foto: Humas Pemprov Jatim

jatim.jpnn.comSURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendistribusikan 453 ribu vaksin untuk mengatasi kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melonjak pada awal tahun 2026.

Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Timur mencatat kasus PMK mencapai 839 ekor per 26 Januari 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan ratusan vaksin yang dibagikan sebagai upaya percepatan dan perlindungan terhadap populasi ternak. Hal itu bertujuan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi peternak rakyat.

“Dengan vaksinasi serentak, kami dorong terbentuknya herd immunity agar populasi ternak terlindungi dan ekonomi peternak tetap terjaga. Untuk tahap pertama, kami bagikan 453 ribu dosis,” ujar Khofifah, Kamis (29/1).

Khofifah mengatakan pelaksanaan Gerakan Vaksinasi PMK Serentak yang akan dilaksanakan pada 29 Januari 2026 di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ribuan dokter hewan dan petugas kesehatan hewan akan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan penyuntikan vaksin pada ternak milik masyarakat.

“Ini langkah antisipasi untuk melindungi populasi ternak di Jatim. Kami distribusikan vaksin skala besar mulai dilaksanakan hari ini,” tuturnya.

Khofifah menjelaskan pada tahun 2026 Kementan telah mengalokasikan total 1.510.000 dosis vaksin PMK khusus untuk Provinsi Jawa Timur.

Pemprov Jatim distribusikan sebanyak 453 ribu dosis vaksin mengatasi lonjakan kasus PMK.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita

Tautan Sumber