Sebuah department store di Jalan Rani Jhansi di kawasan Ghumar Mandi yang sibuk diduga dibuka kembali oleh pemiliknya hanya beberapa jam setelah disegel oleh perusahaan kota (MC), sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai penegakan norma bangunan dan parkir di pasar yang padat tersebut.
Badan sipil menyegel toko tersebut pada Sabtu pagi menyusul keluhan kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh parkir phony di luar toko. Namun, gerai tersebut kembali berfungsi kembali keesokan harinya sehingga memicu kebingungan di kalangan warga dan pemilik toko.
Menurut pejabat MC, pemilik toko telah memperoleh persetujuan denah bangunan dengan mengalokasikan cellar untuk parkir. Namun, selama pemeriksaan, ruang bawah tanah ditemukan digunakan sebagai gudang, sehingga memaksa pelanggan untuk memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Para pejabat mengatakan bahwa praktik ini memperburuk kemacetan lalu lintas di Jalan Rani Jhansi dan pasar Ghumar Mandi yang bersebelahan, yang sudah mengalami tekanan parah karena tingginya aktivitas komersial.
MC menegaskan bahwa pejabatnya tidak melepas segel tersebut dan mengatakan bahwa tindakan akan dimulai jika ditemukan bahwa segel tersebut telah dirusak.
Asisten perencana kota Harvinder Honey mengatakan pemberitahuan sebelumnya telah dikeluarkan kepada pemilik yang mengarahkan dia untuk menggunakan ruang bawah tanah hanya untuk parkir.
“Karena tidak ada kepatuhan, maka departemen menyegel lokasi tersebut. Kami tidak memiliki informasi mengenai pelepasan segel apa word play here. Jika toko dibuka secara ilegal, pemilik bangunan akan mengambil tindakan pada hari Senin sesuai dengan peraturan bangunan,” katanya.
Survei bangunan ilegal direncanakan
Mengingat pelanggaran yang berulang, Honey mengumumkan bahwa MC akan melakukan survei rinci di Jalan Rani Jhansi dan Ghumar Mandi untuk mengidentifikasi bangunan yang beroperasi melanggar rencana yang telah disetujui.
“Survei ini akan fokus pada penyalahgunaan ruang bawah tanah, aktivitas komersial ilegal, dan pelanggaran parkir. Tindakan akan diambil terhadap semua yang mangkir,” katanya, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Warga mengatakan bahwa parkir ilegal dan pelanggaran yang tidak terkendali telah membuat pasar menjadi kemacetan sehari-hari, sehingga menuntut penegakan hukum yang berkelanjutan oleh lembaga masyarakat.










