Kamis, 15 Januari 2026 – 07: 00 WIB

Amerika Serikat, VIVA — Presiden Donald Trump melakukan kunjungan pabrik truk Ford di Michigan pada Selasa waktu setempat. Kunjungan tersebut ramai dibahas publik setelah Donald Trump tertangkap kamera mengacungkan jari tengah ke seorang pekerja di lokasi tersebut. Tindakan ini dilakukan Trump usai orang tersebut memanggilnya sebagai ‘pelindung pedofil’.

Baca Juga:

Donald Trump Sebut NATO Harus Bantu AS ‘Caplok’ Greenland

Dalam video yang dibagikan TMZ, Trump menuding seseorang yang tidak terlihat di layar dan tampak menggerakkan bibir seolah mengatakan sesuatu. Tak lama kemudian, ia menegaskan dengan mengacungkan jari tengah ke arah orang tersebut.

Menyusul dengan insiden itu, direktur komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengatakan dalam pernyataan pada Selasa malam memberikan klarifikasi resmi.

Baca Juga:

Jamie Dimon Sentil Penyelidikan Powell, Trump Balas Tegas: Dia Salah

“Seseorang yang tampak tidak waras berteriak kata-kata kasar dengan amarah luar biasa, dan Presiden memberikan respons yang tepat dan tegas,” kata dia dikutip dari laman NBC Information, Kamis 15 Januari 2026

Menanggapi permintaan komentar, juru bicara Ford, David Tovar, menyatakan bahwa pihaknya telah menyeelidiki cuplikan video clip yang dimaksud. Disebutnya bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap masyarakat yang mengucapkan hal-hal tak pantas ke presiden,

Baca Juga:

Demo Besar-besaran di Iran, 646 Orang Tewas

“Kami sudah melihat cuplikan yang dimaksud. Salah satu nilai inti kami adalah rasa hormat, dan kami tidak menoleransi siapa pun mengucapkan hal-hal tidak pantas di fasilitas kami. Jika itu terjadi, kami memiliki prosedur untuk menanganinya, tapi kami tidak membahas masalah personel secara spesifik,” kata dia.

Sebagai informasi, akhir tahun 2025 nama Trump pernah disebut dalam berkas Epstein yang telah dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat melalui Epstein Documents Transparency Act. Salah satu dokumen yang dirilis bulan lalu mencantumkan email yang menyebutkan bahwa catatan penerbangan menunjukkan Trump naik pesawat milik Epstein setidaknya delapan kali pada tahun 1990 -an, termasuk satu kali bersama seorang wanita berusia 20 tahun, yang tidak disebutkan namanya.

Menyusul insiden itu, pihak berwenang belum menuduh Trump melakukan pelanggaran, Gedung Putih juga berulang kali menegaskan bahwa Trump tidak melakukan kesalahan apa word play here.

Departemen Kehakiman menyatakan setelah email tersebut diterbitkan bahwa beberapa dokumen yang mereka rilis memuat klaim tidak benar dan sensasional, yang mereka sebut sebagai tidak berdasar dan salah.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber