Sabtu, 10 Januari 2026 – 12:12 WIB
Jakarta – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) mengumumkan bahwa perlintasan jalur layang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono telah tersambung 100 persen pada Jumat kemarin.
Baca Juga:
Detik-detik Bus Peziarah Asal Lampung Terbakar Hebat di Tol Jakarta–Cikampek, Beruntung Puluhan Penumpang Selamat
Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Dian Takdir mengungkapkan, perlintasan di atas Jalan Tol Ir Wiyoto Wiyono merupakan salah satu titik kritikal pada lintasan LRT Jakarta Fase 1B.
“Kami bersyukur proses penyambungan dapat diselesaikan sesuai rencana,” kata dian di Jakarta, Sabtu, 10 Januari 2026.
Baca Juga:
Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Tol Japek Arah Jakarta, 4 Kendaraan Tabrakan! Satu Luka Ringan
Dian mengatakan, capaian ini mencerminkan kolaborasi yang solid antara PT Jakarta Propertindo (Jakpro), kontraktor, operator tol serta para pemangku kepentingan. Bentang “girder” sepanjang 120 meter ini memiliki tingkat kompleksitas tinggi karena melintas di atas jalan tol aktif dengan lalu lintas padat tanpa penutupan total.
Konstruksi dilaksanakan menggunakan metode “balanced cantilever”, yaitu pembangunan bertahap dan seimbang dari dua sisi sehingga presisi struktur terjaga dengan gangguan lalu lintas yang minimal. “Hal ini sejalan dengan ‘progres’ pembangunan LRT Jakarta Fase 1B telah mencapai 89,22 persen hingga akhir 2025,” katanya.
Baca Juga:
Bikin Panik! Detik-detik Avanza Nekat Lawan Arus di Tol Bandara, Dikejar Polisi tapi Hilang
Keberhasilan penyambungan perlintasan tersebut tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga menandai tersambungnya secara fisik jalur layang LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka.
Jalur ini menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel layang terintegrasi. Lalu sejumlah struktur utama di koridor Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Tambak dan Jalan Sultan Agung juga telah tersambung.
Pekerjaan rel (track work) telah mencapai 4,7 kilometer (km) dari total 12,8 km, sementara pekerjaan arsitektural serta mekanikal, elektrikal dan “plumbing” (MEP) tengah berlangsung di Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman dan Stasiun Manggarai.
Dari sisi lingkungan, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi publik yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon perkotaan.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mencapai pengurangan emisi sebesar 2.927.250 ton CO₂e dengan target peningkatan jumlah penumpang hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.
Halaman Selanjutnya
Sejalan dengan kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, proyek ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.









