ATLANTA– Perjalanan mengesankan Indiana yang tak terkalahkan melalui College Football Playoff mendapatkan energy ketika pertahanan dominannya menciptakan tiga gol di babak pertama dengan turnover, Fernando Mendoza melemparkan lima operan mencetak gol dan Hoosiers mengalahkan peringkat 5 Oregon 56 – 22 di semifinal Peach Bowl Jumat malam.
Nomor 1 Indiana (15 -0, Nomor 1 CFP) akan menghadapi Nomor 10 Miami pada 19 Januari dalam pertandingan kejuaraan nasional di Stadion Acid rock di Miami Gardens, Florida. Miami mengalahkan Ole Miss 31 – 27 di semifinal Carnival Bowl Kamis malam.
Indiana akan mencoba memberikan gelar nasional ketiga berturut-turut kepada Sepuluh Besar, setelah Ohio State dan Michigan dalam dua musim terakhir. Hanya sedikit tim dari konferensi mana word play here yang dapat menandingi demonstrasi permainan kuat seimbang yang dilakukan Hoosiers sepanjang musim.
Dipimpin oleh Mendoza dan pertahanan, Indiana berusaha dianggap sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah.
Meskipun Miami akan menjadi tuan rumah pertandingan kejuaraan nasional, Mendoza, pemenang Heisman Trophy dan penduduk asli Miami, akan menikmati kepulangan setelah pertandingan yang hampir sempurna melawan Oregon. Mendoza menyelesaikan 17 dari 20 operan dan lima touchdown, termasuk dua untuk Elijah Sarratt dan satu untuk Charlie Becker dari jarak 36 lawn.
Kaelon Black berlari untuk dua gol untuk memimpin permainan lari Indiana.
Oregon (13 – 2, No. 5 CFP) dikutuk oleh tiga turnover di babak pertama dan juga kekurangan pemain karena absennya dua bek terbaiknya.
Hoosiers memimpin 35 – 7 pada babak pertama saat Ducks ditahan sejauh 9 yard dengan 17 pukulan. Noah Whittington, yang memimpin Oregon dengan 829 backyard bergegas, harus absen karena cedera yang dirahasiakan setelah Jordon Davison, yang berlari sejauh 667 yard dan 15 touchdown, sudah terdaftar karena cedera tulang selangka.
Pemain cadangan, termasuk Jay Harris dan Dierre Hill Jr, memberikan terlalu sedikit bantuan untuk quarterback Dante Moore. Tugas Moore melawan pertahanan Indiana yang menyesakkan akan sangat berat bahkan dengan semua senjata yang dimilikinya.
Pertahanan Indiana tidak menunggu lama untuk memberikan dampak. Pada jepretan pertama Oregon, cornerback D’Angelo Ponds mencegat umpan Moore yang ditujukan untuk Malik Benson dan mengembalikan choice sejauh 25 backyard untuk goal. Hanya 11 detik setelah permainan, Hoosiers dan pertahanan mereka sudah membuat pernyataan bahwa ini akan menjadi malam yang panjang bagi serangan Moore dan Oregon.
Umpan Moore dari jarak 19 yard ke ujung yang ketat Jamari Johnson mengikat permainan. Sisa babak menjadi milik Indiana dan pertahanannya yang bermain besar.
Setelah umpan goal Mendoza dari jarak 8 yard kepada Omar Cooper Jr. memberi Hoosiers keunggulan 14 – 7, pertahanan Indiana memaksa terjadinya turn over ketika Moore gagal dan Indiana pulih di Oregon 3, menyiapkan laju mencetak gol Black.
Moore kehilangan kesalahan kedua pada kuarter kedua ketika terkena Daniel Ndukwe, dan Mario Landino pulih di Oregon 21 Umpan skor pertama Mendoza ke Sarratt memberi Hoosiers keunggulan 35 – 7
Indiana memperbesar keunggulannya menjadi 42 – 7 melalui umpan Mendoza dari jarak 13 yard kepada EJ Williams Jr.
Oregon akhirnya menjawab. Sebuah lari 70 lawn oleh Hill menghasilkan skor 2 lawn yang dijalankan oleh Harris.
Tim khusus Indiana menambahkan permainan besar di kuarter keempat ketika tendangan Ndukwe yang diblok menjadi umpan gol kedua Mendoza ke Sarratt.
Setelah musim reguler mereka yang tidak terkalahkan, Hoosiers hanya mendapatkan energy di CFP. Indiana mengalahkan Alabama 38 – 3 di perempat final Rose Dish saat Mendoza melewati jarak 192 backyard dan tiga gol.









