Rusia sedang mempersiapkan satu tahun perang lagi pada tahun 2026, kata presiden Ukraina hari ini Volodymyr Zelenskyj. Dia meminta sekutu-sekutunya di Uni Eropa untuk mendapatkan dukungan Kiev pada pertemuan puncak hari Kamis, sehingga menunjukkan kepada Moskow bahwa upayanya sia-sia. Hal ini dilaporkan oleh Reuters dan AFP.

Presiden VladimirPutin hari ini dia menyatakan bahwa Rusia pasti akan mencapai tujuannya di Ukraina, dan jika pembicaraan damai gagal, Rusia siap untuk merebut wilayah yang diklaimnya dengan cara militer.

Putin mempersembahkan medali kepada Pahlawan Rusia (17.12.2025) | ČTK / AP / Alexander Kazakov

“Hari ini kami mendengar sinyal baru dari Moskow bahwa mereka akan kembali melancarkan perang tahun depan,” kata Zelenskyy dalam pidato regulernya di malam hari. “Kami membutuhkan semua mitra kami untuk memiliki keberanian untuk melihat kebenaran, mengakui kebenaran dan bertindak berdasarkan kebenaran tersebut. Sekutu kami di Amerika sering mengatakan bahwa Rusia ingin mengakhiri perang. Namun, Rusia mengirimkan retorika dan sinyal yang sangat berbeda, termasuk perintah resmi kepada militernya“, kata presiden Ukraina.

Ia menindaklanjuti pernyataannya pada kunjungan hari Selasa ke Belanda, ketika ia juga mengatakan: “Serangan Rusia selalu sangat berdarah. Tapi Putin tidak peduli. Rusia tidak menghitung korban jiwa. Mereka menghitung setiap dolar dan euro yang hilang.”

Pavel menelepon Zelensky: Berterima kasih kepada Republik Ceko atas dukungannya, mereka juga membahas inisiatif amunisi

KTT Uni Eropa yang akan diadakan pada hari Kamis, antara lain, harus memutuskan dukungan finansial masa depan untuk Ukrainayang telah mempertahankan diri dari agresi Rusia sejak Februari 2022. Kuncinya adalah apakah pinjaman tersebut akan berbentuk pinjaman reparasi yang dijamin dengan aset bank sentral Rusia yang dibekukan, yang diblokir oleh UE dengan jumlah total sekitar 210 miliar euro setelah invasi Rusia ke Ukraina.

“Hasil dari perundingan ini – hasil bagi Eropa – harus sedemikian rupa sehingga Rusia merasa keinginannya untuk terus berperang akan sia-sia tahun depan, karena Ukraina akan mendapat dukungan,” kata Zelenskyy dan meminta mitra Ukraina di Uni Eropa untuk memutuskan pada pertemuan puncak mengenai penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk mengamankan pinjaman bagi negara yang diserang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyi (16.12.2025)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyi (16.12.2025) | ČTK / AP / Peter Dejong

Negara-negara anggota UE telah memutuskan minggu lalu dengan suara mayoritas yang memenuhi syarat Aset Rusia di UE akan tetap dibekukan tanpa batas waktu, sehingga tidak perlu dilakukan pemungutan suara lagi setiap enam bulan seperti sebelumnya. Dengan demikian, hambatan terkait penggunaan aset-aset tersebut untuk membantu Ukraina telah hilang.

Proses di Miami

Versi pertama dari rencana Rusia-Amerika untuk mengakhiri konflik di Ukraina, yang diterbitkan pada akhir November, mengusulkan untuk menyerahkan sebagian aset tersebut ke Washington dan Moskow untuk berbagai proyek. Meskipun rencana tersebut telah mengalami sejumlah perubahan sejak saat itu, posisi awal Amerika Serikat menunjukkan hal tersebut AS tampaknya bersedia menggunakan aset-aset ini sebagai alat untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia dengan fakta bahwa Moskow dapat memulihkan sebagian dari aset yang dibekukan, tulis AFP.

Para perunding AS dan Rusia akan bertemu akhir pekan ini di Miami, Florida untuk membahas kemungkinan jalan menuju perdamaian di Ukraina. portal Amerika Politico melaporkan hari ini dengan mengacu pada dua sumbernya.

Negosiasi akan dilakukan setelahnya pembicaraan dua hari antara delegasi Ukraina dan Amerika berakhir pada hari Senin di Berlin tentang kemungkinan mencapai perdamaian. presiden Amerika Donald Trump dia kemudian menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang belum pernah sedekat ini.

Tautan Sumber