Sabtu, 13 Desember 2025 – 00:05 WIB
Jakarta – Dalam lima tahun terakhir, preferensi karier anak muda di Amerika Serikat mengalami perubahan ekstrem. Jika dulu banyak yang bercita-cita menjadi profesional kantoran, kini semakin banyak Gen Z yang justru memilih profesi yang lebih dekat dengan gaya hidup para miliarder.
Baca Juga:
Panduan Lengkap Klaim Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan 2025, Cek Syaratnya di Sini!
Mereka bukan menjadi pengusaha, melainkan bekerja sebagai nanny, asisten pribadi, pengelola hunian, hingga koki pribadi di rumah-rumah superkaya. Fenomena ini muncul seiring semakin tidak stabilnya iklim kerja korporat dan meningkatnya jumlah orang kaya raya.
Kenaikan jumlah miliarder secara global membuka peluang besar bagi pekerja yang ingin masuk ke industri “staf swasta”. Di saat perusahaan-perusahaan besar sedang melakukan PHK, dunia rumah tangga kelas ultrakaya justru sedang membangun “pasukan kecil” tenaga profesional, mulai dari nanny, supir, house manager, hingga chef pribadi.
Baca Juga:
Gawat! AI Mulai Gantikan Manajer, Banyak Perusahaan Rombak Struktur Kerja
Bagi banyak Gen Z, pekerjaan ini bukan hanya menjanjikan penghasilan besar, tetapi juga memberikan pengalaman eksklusif, lingkungan kerja dinamis, dan kesempatan melihat dunia yang berbeda.
Cassidy O’Hagan adalah salah satu contoh paling mencolok. Ia pernah bekerja sebagai sales di bidang kesehatan, namun akhirnya beralih menjadi nanny. “Pekerjaan saya di penjualan peralatan medis ortopedi tidak akan pernah bisa bersaing,” ujarnya, sebagainya dikutip dari Orang Dalam BisnisJumat, 12 Desember 2025.
Baca Juga:
Karyawan Siap-siap Naik Gaji hingga 5 Persen di 2026, Ini Sektor yang Paling Moncer
Pekerjaan barunya membawanya tinggal di vila pribadi di Maladewa, bekerja pada keluarga-keluarga ultra-wealthy, dan bepergian ke lokasi-lokasi mewah lain. O’Hagan bahkan menikmati gaji enam digit per tahun, yang jika dikonversi mencapai Rp2,49 miliar hingga Rp4,15 miliar, lengkap dengan tunjangan kesehatan, cuti berbayar, makanan dari chef pribadi, supir pribadi, hingga wardrobe nanny khusus.
![]()
ilustrasi koki menambahkan garam ke dalam masakannya
Saat pertama kali bekerja untuk keluarga kaya, ia mengatakan, “Saya menyadari sangat cepat setelah pindah bahwa saya masuk ke dunia yang sama sekali berbeda.”
Brian Daniel, pendiri Celebrity Personal Assistant Network, menegaskan tingginya permintaan dalam industri ini. “Kedalaman dan keluasan kekayaan itu benar-benar mencengangkan,” ujarnya.
Di situs Tiger Recruitment, misalnya, housekeeper ditawarkan gaji hingga Rp1,99 miliar, nanny hingga Rp2,49 miliar, kepala asisten pribadi Rp4,15 miliar hingga Rp4,64 miliar, dan direktur hunian hingga Rp4,15 miliar. Angka-angka ini sulit disaingi pekerjaan korporat.
Halaman Selanjutnya
Meski glamor, pekerjaan ini penuh tuntutan. “Alasan Anda dibayar tinggi adalah karena Anda diharapkan siap siaga di luar jam kerja 9 sampai 5 pada umumnya,” kata Rekruter Ruth Edwards.










