Sabtu, 6 Desember 2025 – 01:06 WIB
Jakarta – Setelah sebelumnya sukses melalui dua proyek duet, “Indonesiaku” dan “Semua Rasa”, pasangan penyanyi muda Etenia Croft dan Farel Prayoga kembali hadir dengan karya terbaru berjudul “Kita Tak Sendiri”. Di tengah transisi usia mereka menuju remaja, keduanya tetap menunjukkan kekompakan, baik secara musikal maupun hubungan pertemanan.
Baca Juga:
14 Tahun Berpisah dari Masih Bayi, Farel Prayoga Akhirnya Ketemu Ibu Kandung
Single ini menjadi ruang bagi mereka untuk menegaskan bahwa ikatan emosional yang terjalin sejak kecil tidak goyah meski keduanya kini memasuki fase hidup yang penuh perubahan. Etenia menyebut lagu ciptaan Marvel Marlon tersebut menyampaikan pesan sederhana namun kuat mengenai arti hadirnya seorang sahabat di saat sulit. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Temanya tentang persahabatan yang walaupun kita dalam keadaan sulit tetapi saling membantu. Sebagai pengingat sahabat itu akan selalu ada mendukung kita,” ujar Etenia Croft dalam keterangannya, dikutip Sabtu 6 Desember 2025.
Baca Juga:
Ibu Tiri Farel Prayoga Bongkar Rahasia Masa Lalu, Dugaan Anak Hasil Selingkuh Terungkap!
Sementara itu, bagi Farel Prayoga—yang populer setelah “Ojo Dibandingke”—kembali bekerja bersama Etenia terasa natural, seolah melanjutkan perjalanan yang tidak pernah terputus.
“Pastinya akan jadi sahabat juga karena orangnya pribadinya kayak positif, baik juga. Saya sama dia tuh, kayak, ada aja topik yang dibahas. Nyaman. Suka bercerita. Kita emang udah lama juga, udah terbiasa,” ujarnya.
Baca Juga:
Dari Miliaran, Duit Hasil Job Nyanyi Farel Prayoga Dikuras Keluarga Cuma Disisakan Rp56 Ribu
Proses Rekaman Penuh Canda, Tapi Ada Tantangan Besar
Di balik kesan ringan dan seru selama rekaman, perjalanan pembuatan lagu ini rupanya tidak sesederhana yang terlihat. Etenia mengaku sesi di studio banyak diwarnai tawa berkat suasana ceria yang dibangun tim produksi.
“Ketika kita rekaman nih, pastinya seru banget, karena bisa sambil main-main juga, karena Kak Marlon kan suka happy-happy, lari-larian juga. Jadi kayak asik aja gitu,” ucapnya.
Namun kondisi biologis kedua penyanyi yang sedang memasuki pubertas justru menjadi tantangan tersendiri. Pencipta lagu sekaligus produser, Marvel Marlon, membuka fakta bahwa perubahan suara membuat proses penggarapan lebih rumit.
“Itu membuat pengerjaan lagu ini cukup kompleks. Tapi saya tetap ingin mempertahankan nuansa fun yang mencerminkan persahabatan mereka. Harmoni dibuat sederhana supaya fokus ke kekompakan mereka,” jelas Marvel.
Halaman Selanjutnya
Visual Modern Dipilih untuk Mencerminkan Fase Dewasa Awal









