Bencana banjir dan tanah longsor menghancurkan atau merusak sedikitnya ribuan rumah, merusak jalan, merobohkan jembatan dan kabel listrik; hal ini disebabkan oleh hujan monsun. Keadaan diperparah dengan adanya badai tropis yang melanda kawasan Asia Tenggara.
Pencarian korban selamat dan korban lainnya terus berlanjut, namun diperumit oleh fakta tersebut beberapa wilayah di Sumatera telah terputus selama beberapa hari dari wilayah lain di pulau itu, yang kekurangan alat berat.
Bantuan hanya mencapai kota Sibolga yang paling parah terkena dampaknya di Sumatera bagian utara, tulis AP. Video di media sosial menunjukkan warga mengatasi rintangan, pecahan kaca dan mengarungi jalan yang banjir untuk mendapatkan makanan, obat-obatan atau bensin, menurut badan tersebut. Beberapa orang mengarungi air setinggi pinggang untuk memasuki toko kelontong yang rusak.
Polisi mendapat laporan adanya orang yang membobol toko pada Sabtu malam waktu setempat. “Penjarahan terjadi sebelum bantuan logistik tiba. Mereka tidak tahu bantuan akan datang dan mereka takut kelaparan.” kata juru bicara polisi Ferry Walintukan. Menurut dia, kepolisian daerah bertugas memulihkan ketertiban.
Salah satu daerah yang paling terkena dampaknya, yaitu provinsi Sumatera Utara, dikunjungi pada hari Senin oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto.










