Garis waktu hubungan India-China selama setahun terakhir

Hubungan India-China selama setahun terakhir terus diwarnai dinamika kompleks, mulai dari ketegangan perbatasan hingga upaya diplomasi. Artikel ini merangkum garis waktu penting yang membentuk interaksi kedua raksasa Asia tersebut, lengkap dengan analisis dampaknya terhadap stabilitas regional dan global. 

September 2024: Ketegangan di Doklam Muncul Kembali

Insiden kecil di wilayah Doklam (dekat segitiga India-China-Bhutan) memicu saling tuduh antara kedua negara. India menuduh tentara China melanggar Garis Kontrol Nyata (LAC), sementara Beijing menyebut provokasi datang dari pihak India. Insiden ini mengingatkan pada konflik serupa di 2017 yang hampir memicu krisis militer. 

Oktober 2024: Pertemuan Tingkat Menteri di New Delhi

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengunjungi India untuk pertemuan bilateral. Kedua pihak sepakat memperkuat mekanisme komunikasi militer guna menghindari eskalasi. Namun, tidak ada kemajuan signifikan terkait resolusi sengketa perbatasan. 

Desember 2024: Bentrokan di Arunachal Pradesh

Bentrokan fisik antara pasukan India dan China terjadi di wilayah Tawang, Arunachal Pradesh, mengakibatkan cedera ringan pada beberapa prajurit. India mengecam “aksi agresif” China, sementara Beijing bersikeras bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari Tibet Selatan. Insiden ini memperburuk sentimen nasionalis di kedua negara. 

Komentar Pakar:

“Arunachal Pradesh adalah titik api baru dalam sengketa perbatasan. Kedua pihak tampak enggan berkompromi karena isu ini sangat sensitif secara domestik,” kata Rohan Verma, analis geopolitik dari Institut Studi Strategis New Delhi. 

Januari 2025: India Perketat Pengawasan Investasi China

Pemerintah India mengumumkan regulasi baru yang membatasi investasi China di sektor teknologi dan infrastruktur kritis. Langkah ini dianggap sebagai respons atas kekhawatiran keamanan nasional, meski dikritik sebagai penghambat kerja sama ekonomi. 

Maret 2025: Latihan Militer Bersama di Laut China Selatan

Dalam kejutan diplomatik, India berpartisipasi dalam latihan angkatan laut multilateral yang digagas ASEAN, termasuk di wilayah sengketa Laut China Selatan. China menuding India “sengaja memprovokasi” dengan bergabung dalam aktivitas tersebut. 

Mei 2025: Krisis Diplomatik Terkait Tibet

India memberikan suaka kepada seorang biksu Tibet yang mengkritik kebijakan Beijing, memicu protes keras dari China. Kedutaan Besar China di New Delhi menyebut tindakan India “campur tangan dalam urusan dalam negeri”.

Juli 2025: Pertemuan BRICS dan Isu Perbatasan

Pada KTT BRICS di Afrika Selatan, PM India dan Presiden China melakukan pembicaraan tertutup. Meski tidak ada pernyataan resmi, sumber pemerintah India menyebut diskusi fokus pada roadmap penyelesaian sengketa perbatasan. 

Analisis: Koeksistensi yang Rapuh

Meski ketegangan tetap tinggi, kedua negara menghindari konflik terbuka berkat mekanisme komunikasi yang telah dibangun. Data perdagangan menunjukkan hubungan ekonomi masih kuat, dengan volume perdagangan mencapai USD 136 miliar pada 2024 (+8% YoY). Namun, kompetisi strategis di kawasan Indo-Pasifik dan keanggotaan India dalam QUAD (aliansi dengan AS, Jepang, Australia) tetap menjadi ganjalan.

Also Read: PM Modi untuk mengadakan pertemuan reciprocal dengan negara -negara SCO: MEA di Tiongkok Kunjungan