Senin, 17 November 2025 – 17: 30 WIB

Jakarta — Aki merupakan komponen penting pada kendaraan karena berfungsi sebagai sumber energi bagi sistem kelistrikan. Tanpa aki yang bekerja optimal, mesin sulit dinyalakan dan berbagai fitur elektronik tidak akan berfungsi dengan baik.

Baca Juga:

Cara Jitu Merawat Aki Basah Agar Panjang Umur

Di pasaran, dua jenis aki yang paling banyak digunakan adalah aki kering dan aki basah. Meski keduanya sama-sama menyimpan energi listrik, karakteristik serta cara merawatnya berbeda cukup jauh.

Banyak pemilik kendaraan sering bingung memilih jenis aki yang paling cocok untuk mobil atau motor mereka. Pemilihan yang tepat bukan hanya membuat kendaraan lebih responsif, tetapi juga mencegah kerusakan komponen kelistrikan.

Baca Juga:

Lebih Awet Aki Basah atau Kering? Ini Jawabannya

Sebelum menentukan pilihan, penting memahami perbedaan mendasar antara kedua jenis aki tersebut. Aki basah menggunakan cairan elektrolit dalam jumlah banyak, sementara aki kering memakai cairan yang lebih padat atau berbentuk gel.

Baca Juga:

Kerap Bikin Bingung, Ini Perbedaan Aki Basah dan Kering Sepeda Motor

Dari sisi kemasan, aki basah umumnya memiliki wadah transparan atau semi-transparan agar volume cairannya dapat dilihat jelas. Wadah ini juga memiliki tutup kecil yang memungkinkan pengguna mengisi ulang air aki jika volumenya berkurang.

Sebaliknya, aki kering memiliki kemasan tertutup rapat tanpa lubang isi ulang. Karena cairannya tidak berkurang selama masa pakai, aki ini didesain lebih ringkas, rapat, dan tahan guncangan.

Perbedaan berikutnya ada pada karakter cairan elektrolit. Pada aki basah, cairan mudah menguap sehingga perlu dipantau secara berkala agar kinerjanya tetap stabil. Pada aki kering, cairan berbentuk gel atau terserap dalam separator sehingga lebih aman dan tidak mudah bocor.

Soal perawatan, aki basah membutuhkan lebih banyak perhatian. Pengguna harus rutin mengecek volume cairan, membersihkan incurable, dan memastikan tidak ada kebocoran.

Aki kering menawarkan kepraktisan karena bersifat maintenance-free. Jika sistem pengisian kendaraan normal, aki kering dapat bekerja dengan stabil tanpa perlu tambahan cairan.

Pertanyaannya, apakah aki kering lebih menguntungkan meski harganya lebih mahal? Dikutip VIVA Otomotif dari laman Daihatsu, Senin 17 November 2025, untuk penggunaan jangka panjang, banyak pengguna menilai aki kering lebih praktis dan tahan lama.

Halaman Selanjutnya

Namun, bagi pemilik kendaraan yang ingin biaya awal lebih murah dan tidak keberatan melakukan perawatan rutin, aki basah tetap bisa menjadi pilihan. Pada akhirnya, keputusan bergantung pada kebutuhan, intensitas pemakaian, dan preferensi perawatan masing-masing pengguna.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber