Srinagar, 15 November (PTI) Kepala Polisi Jammu dan Kashmir Nalin Prabhat pada hari Sabtu mengatakan ledakan besar di kantor polisi Nowgam yang menyebabkan sembilan orang tewas dan 32 luka-luka adalah “tidak disengaja” dan mengesampingkan sabotase sebagai penyebab insiden tersebut.
Prabhat, Direktur Jenderal Kepolisian Jammu dan Kashmir, mengatakan bahan peledak yang ditemukan selama penyelidikan kasus “modul teror kerah putih” diangkut dari Faridabad di Haryana ke kantor polisi Nowgam dan disimpan dengan aman di area terbuka di lokasinya.
“Sebagai bagian dari prosedur yang ditentukan, sampel temuan harus diteruskan untuk pemeriksaan forensik dan kimia lebih lanjut. Mengingat banyaknya jumlah temuan, tim FSL (laboratorium sains forensik) telah melakukan proses ini selama dua hari terakhir,” kata Prabhat kepada wartawan di sini.
Ditjen GP mengatakan karena sifat pemulihan yang tidak stabil dan sensitif, tim FSL melakukan proses pengambilan sampel dan penanganannya dengan sangat hati-hati.
Sayangnya pada saat kejadian, sekitar pukul 23 20 tadi malam, terjadi ledakan yang tidak disengaja. Spekulasi lain mengenai penyebab kejadian ini tidak diperlukan, tambahnya.
Polisi terkemuka mengatakan sembilan orang kehilangan nyawa dalam ledakan tersebut.
“Satu personel SIA (Badan Investigasi Negara), tiga personel tim FSL, dua fotografer kriminal, dua petugas pendapatan yang tergabung dalam tim hakim, dan satu penjahit yang terkait dengan tim tersebut, termasuk di antara mereka yang tewas,” kata Dirjen Pajak.
Dia mengatakan 27 personel polisi, dua petugas pendapatan, dan tiga warga sipil dari sekitar lokasi menderita luka-luka dalam insiden tersebut.
Korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, tempat mereka dirawat. Gedung polsek rusak parah, bahkan gedung di sekitarnya ikut terkena dampaknya, ujarnya.
Tingkat kerusakan akibat ledakan tersebut sedang dipastikan, dan penyebab “insiden malang ini” sedang diselidiki, tambah Prabhat.
DGP mengatakan polisi berdiri dalam solidaritas dengan keluarga almarhum di saat-saat duka ini.











