Kamis, 13 November 2025 – 15: 11 WIB
Jakarta — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan telah menjadi garda terdepan bagi banyak masyarakat di Indonesia dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Tak sedikit masyarakat yang menganggap program JKN bak secercah harapan ketika menghadapi permasalahan kesehatan.
Baca Juga:
Keren, 100 Persen Warga Palembang Sudah Terdaftar BPJS Kesehatan
Nur Asiyah (46, warga asal Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, juga merasakan manfaat langsung Program JKN. Sebagai seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di daerah Kota Semarang, pekerjaan yang padat membuat tubuhnya harus dalam keadaan prima ketika memberikan pembelajaran.
Namun, kelelahan karena tekanan dan tuntutan pekerjaan sesekali menghampiri. Tak ayal rasa nyeri terkadang muncul di sekitar kepala Nur.
Baca Juga:
Viral! Petugas Puskesmas di Serang Malah Senam Saat Pasien Antre Berobat
“Puncaknya beberapa hari lalu itu, waktu Senin masih bekerja seperti biasa pagi sampai sore, sampai rumah word play here masih bisa beraktivitas juga. Lalu ketika sujud saat ibadah maghrib tiba-tiba kepala terasa sangat pusing hingga terjatuh karena tidak kuat sampai-sampai harus dibantu oleh suami dan anak saya untuk ditidurkan,” ucap Nur memulai pembicaraanya saat ditemui di Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN), dikutip Kamis, 13 November 2025
Namun, setelah beberapa saat beristirahat, pusing hebat di kepala Nur tak kunjung mereda, justru kali ini kepalanya terasa berputar-putar hingga disertai mual muntah sepanjang malam yang membuat dirinya semakin tak berdaya dan hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Pastikan Tarif BPJS Kesehatan Belum Naik, Ini Rincian Iuran per Kelas di Oktober 2025
“Paginya karena badan saya sudah terasa lemas sekali, suami berinisiatif untuk langsung membawa saya ke IGD Rumah Sakit RSWN ini karena saya rasa juga sudah darurat, kemudian langsung diberikan penanganan hingga cek lab darah,” ujarnya.
Tanpa menunggu lama, setelah dilakukan beberapa pemeriksaan, karena tekanan darah pada dirinya yang terlampau tinggi, dokter mengharuskan Nur untuk melakukan rawat inap guna mengantisipasi kejadian-kejadian seperti sebelumnya. Ini bukan kali pertama bagi Nur memanfaatkan Program JKN setelah pada bulan Mei lalu dirinya harus naik ke meja operasi akibat benjolan di payudara.
“Seperti Mei lalupun saya juga menggunakan JKN untuk operasi pengambilan benjolan sekitar payudara sebelah kanan di RSWN ini, dan akhirnya dinyatakan sembuh karena tidak berpotensi ada keganasan,” ungkap Nur.
Halaman Selanjutnya
Resource: Veros Afif/tvOne









