Selasa, 11 November 2025 – 11:45 WIB
Jakarta – Sosok Gus Elham Yahya mendadak ramai diperbincangkan di media sosial setelah videonya bersama anak kecil beredar luas. Dalam potongan video tersebut, Elham terlihat menciumi seorang anak kecil.
Baca Juga:
Dituding Lecehkan Anak Kecil, Gus Elham Yahya Sebut Itu Fitnah: Menghujat Tidak Membuat Kita Lebih Hebat
Bahkan, dalam satu momen, Gus Elham Yahya tampak seperti memasukkan pipi anak kecil ke dalam mulutnya. Cuplikan lain menunjukkan dirinya mencium anak kecil berkerudung merah.
Video itu pun memancing beragam komentar publik. Sejumlah warganet menilai tindakan tersebut tidak pantas, sementara yang lain menilai perlu ada klarifikasi langsung.
Baca Juga:
Profil Syaikhona Muhammad Kholil: Guru Para Ulama dan Tokoh Kunci Lahirnya Nahdlatul Ulama
Lantaran video viral tersebut, sempat muncul unggahan di Instagram yang menyerukan agar Gus Elham diproses hukum. “Tolong selamatkan anak-anak kita Pak,” tulis salah satu akun di media sosial tersebut.
Menanggapi hal ini, Gus Elham akhirnya buka suara. Dalam video yang diunggah ulang akun @santriasik_, ia menjelaskan bahwa tuduhan pelecehan yang diarahkan kepadanya adalah fitnah. “Bar Maghrib soan, Gus, ada salah satu oknum damel akun kuwi lho, damel akun isinya itu cuma mengelek-elek saya. Isinya cuma menebar fitnah,” ujarnya, sebagaimana dikutip pada Selasa, 11 November 2025.
Baca Juga:
Terungkap! Motif Santri di Aceh Bakar Pesantren: Diejek dengan Sebutan ‘Idiot’ dan ‘Tolol’
“Ya Allah, sampe enek kuwi, dai muda yang bernama Gus Elham Yahya, melakukan pelecehan, apa iki? Batinku,” lanjutnya. “Menjatuhkan tidak membuat kita lebih tinggi, menghujat tidak membuat kita lebih hebat. Justru itu semua akan memperlihatkan siapa diri kita dan siapa karakter kita,” ungkapnya.
Profil Gus Elham Yahya
Di balik kontroversi yang kini menimpanya, Mohammad Elham Yahya Luqman atau Gus Elham Yahya dikenal sebagai sosok pendakwah muda dengan latar belakang keluarga pesantren. Ia merupakan putra dari K.H. Luqman Arifin Dhofir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas 1 di Kediri.
Sementara dari garis kakeknya, ia adalah cucu K.H. Mudhofir Ilyas, pendiri Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Kaliboto, Tarokan, Kediri.
Lingkungan pesantren membuat pria kelahiran 8 Juli 2001 ini tumbuh dalam suasana religius dan terbiasa dengan aktivitas dakwah sejak kecil. Nama “Gus” yang disematkan padanya mencerminkan statusnya sebagai keturunan kiai di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
Gus Elham menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur yang dikenal sebagai tempat belajar banyak ulama muda. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia aktif berdakwah di berbagai daerah dan mengisi sejumlah kajian keislaman yang banyak diikuti oleh kalangan muda.
Halaman Selanjutnya
Pada September 2023, Elham mendirikan Majelis Taklim Ibadallah, sebuah wadah pengajian dan dakwah yang berkembang pesat. Majelis ini memiliki akun Instagram @mt.ibadallah yang kini diikuti lebih dari 90 ribu pengikut.










