Sabtu, 8 November 2025 – 08:41 WIB

Jakarta – Tujuh mitra binaan unggulan dari berbagai sektor agrikultur dan turunannya diboyong PT Pertamina pada pameran akbar sektor pertanian, Agribusiness Indonesia Expo (Agrinex) 2025. Partisipasi ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga:

Produk Ekspor Rempah Indonesia Dapat Pengakuan Pasar Global

Wakil Presiden PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, kehadiran UMKM binaan Pertamina ini diharapkan dapat memperluas jaringan pasar dan memperkenalkan kualitas produk unggulan Indonesia.

“Hasil pertanian menjadi salah satu keunggulan Indonesia. Selain sebagai simbol ketahanan pangan, Pertamina juga mendorong UMKM sektor agriculture berkembang, menghasilkan produk berkualitas, termasuk menjajaki potensi ekspor,” jelas Baron dikutip dari keterangannya, Sabtu, 8 November 2025.

Baca Juga:

OJK Tegaskan Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Perluas Pemerataan Ekonomi

Tujuh mitra binaan Pertamina untuk tampil di Agrinex 2025 adalah Bunga Palm, Rumah Madu Simpul Hati, Java Criollo Cokelat Indonesia, Ddistilers Essential Oils, TinaTani Indonesia, Novio Fresh, dan Usaha Mulia Dakara.

Partisipasi Pertamina dengan membawa tujuh mitra binaan di Agrinex 2025 ini sejalan dengan visi Pemerintah dalam Asta Cita, yaitu mendorong UMKM naik kelas, khususnya dari sektor pertanian yang memiliki potensi ekspor besar.

Baca Juga:

Bangkit dari Kegagalan, UMKM Tekstil Ramah Lingkungan Asal Bekasi Ini Berkembang Bersama BRI

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, pada sesi pembukaan pameran tersebut menyampaikan Kementerian UMKM mendorong meningkatkan peran UMKM dalam perekonomian nasional. Salah satunya melalui aplikasi bernama SAPA UMKM. SAPA UMKM dirancang sebagai platform terpadu yang berfungsi untuk mendukung dan memberdayakan pelaku UMKM di seluruh wilayah Tanah Air.

“Tujuannya adalah untuk memusatkan data, menyederhanakan layanan, dan membantu UMKM mengakses berbagai kebutuhan seperti legalitas, perizinan, sertifikasi halal, serta akses ke pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran,” ujar Maman, di Jakarta, 6 November 2025.

Lebih lanjut, Menteri Maman menambahkan, aplikasi ini memiliki peran krusial dalam memetakan dan mengidentifikasi kebutuhan spesifik masing-masing UMKM. Dengan demikian, dukungan dari pemerintah diharapkan dapat diberikan secara lebih terarah dan tepat sasaran.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber