Kamis, 6 November 2025 – 20: 44 WIB
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo angkat bicara soal warga Suku Baduy Repan (16 yang ditolak rumah sakit saat meminta pengobatan usai dibegal di Jalan Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu 26 Oktober 2025
Baca Juga:
Respons Menko Pratikno soal Warga Baduy yang Dibegal di Jakpus
Pramono menegaskan bahwa hal tersebut tidak lah benar. Dirinya mengaku juga telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati untuk melakukan pengecekan.
“Jadi, untuk warga Baduy, tidak benar ada penolakan dari rumah sakit. Saya secara khusus sudah memanggil Kepala Dinas,” kata Pramono, kepada awak media, Kamis 6 November 2025
Baca Juga:
Pria Ini Tuai Dukungan Hangat Netizen Usai Terlihat Tetap Semangat Cari Kerja di Task Fair Disabilitas
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo
Kemudian Pramono mengungkapkan bahwa Kadinkes DKI Jakarta juga telah melakukan pengecekan di lapangan dan tidak didapati adanya rumah sakit yang menolak korban.
Baca Juga:
Wapres Gibran Sebut Bakal Ada 24 Rumah Sakit Dibangun di Papua: Tak Ada Lagi Masyarakat Dirujuk ke Jawa
“Tetapi, yang jelas tidak ada sama sekali larangan untuk rumah sakit. Bahkan, Kepala Dinas, Bu Ani sendiri, akhirnya turun ke lapangan untuk mengecek itu. Jadi sama sekali itu enggak benar, ya,” ungkap Pramono.
Sementara itu Pramono menegaskan bahwa tidak ada penolakan pelayanan rumah sakit akibat tidak memiliki KTP. Namun Pramono menduga adanya kesalahpahaman akibat bahasa yang berbeda.
“Mohon maaf, memang komunikasi yang terjadi karena warga Baduy ini, mungkin bahasanya tidak ini (dipahami) sehingga ada hambatan itu,” terang Pramono.
“Enggak (Bukan karena tidak punya KTP),” tegasnya.
Untuk diketahui, peristiwa ini diunggah dalam akun media sosial Instagram @fesbukbanten, dengan keterangan ‘Warga Baduy Jadi Korban Begal di Jakarta, Uang dan Madu Dirampas’.
Kemudian terlihat gambar korban tengah terbaring di kasur rumah sakit dalam kondisi tak berdaya. Tampak pria ini mengenakan lomar atau ikat kepala Suku Baduy.
Sementara itu tertulis dalam keterangan bahwa para pelaku merampas 10 botol madu milik korban R, kemudian juga uang tunai senilai Rp 3 juta dan ponsel raib, hingga korban mengalami luka bacok akibat senjata tajam yang dilayangkan terduga pelaku.
tvOnenews/AR Safira
Kronologi Lengkap Warga Baduy yang Dibegal Saat Jualan Madu: Ditolak Rumah Sakit Gegara Tak Punya KTP
Repan, remaja Baduy, dibegal saat jualan madu. Ditolak rumah sakit karena tak punya KTP, kini pulih di rumah pelanggan. Polisi terus selidiki kasus ini.
VIVA.co.id
6 November 2025










